Sudah menjadi rahasia umum jika drama Korea
(disingkat drakor) laris manis bak kacang goreng menjadi tontonan berbagai kalangan
di Indonesia. Sejak kehadirannya di
ranah televisi nasional awal tahun 2000, drama Korea yang berasal dari Korea
Selatan sudah menjadi salah satu hiburan favorit pemirsa Indonesia.
Seorang guru menonton drama Korea? Mengapa tidak?!
Seperti dulu waktu masih kanak-kanak saya
begitu setia menonton serial Oshin dan Little House on the Prairie di
TVRI pertengahan tahun 1990-an, saya pun begitu menikmati alur kisah drama
Korea yang berjudul Endless Love yang
menjadi
salah satu drama Korea terfavorit di tahun 2000. Drama romantis yang sangat
tragis ini berhasil menguras emosi dan air mata penonton dan penggemarnya.
Kini, bertahun-tahun kemudian, beberapa drakor mampu mencuri perhatian saya.
Sebut saja True Beauty, Mr. Queen, Start Up, Vincenzo, dan
yang baru saya tamatkan beberapa hari yang lalu adalah Hometown Cha Cha Cha. Drakor yang dibintangi aktor tampan Kim
Seon Ho, yang juga membintangi Start Up
dan aktris cantik Shin Min Ah.
Kisah romantis antara seorang dokter
gigi cantik bernama Yoon Hye Jin (Shin Min Ah) yang membuka klinik di Desa Gongjin
dan lelaki multitalenta bernama Hong Doo
Sik ini mampu menarik saya untuk duduk berlama-lama menonton secara maraton episode
demi episode.
Banyak nilai positif yang terkandung dalam
Hometown Cha Cha Cha seperti alur cerita yang tampak
sederhana namun mengandung konflik yang cukup kuat. Terlebih penonton dibuat
penasaran dengan karakter Hong Doo Sik yang easy
going dan ringan tangan membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya juga
karakter dokter Yoon Hye Jin yang tampak sebagai perempuan tegar dan keras tapi
menyimpan luka dalam hatinya akibat kehilangan ibu kandungannya sejak ia kecil.
Selain itu, chemistry yang terjalin
antara Shin Min Ah dan Kim Seon Ho tampak sangat apik, begitu pun dengan
para tokoh pendukung.
Hal penting yang kita dapatkan dari
drakor Hometown Cha Cha Cha yaitu
pertama, pentingnya kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan.
Kepindahan dokter Yoon Hye Jin ke Desa Gongjin adalah salah satu keputusannya
keluar dari confort zone. Kedua,
pentingnya memiliki banyak kompetensi dan keahlian yang dapat kita manfaatkan baik
untuk kepentingan pribadi maupun orang
lain seperti yang dimiliki oleh tokoh Hong Doo Sik. Ketiga, pentingnya akur
dengan tetangga sekitar kita apalagi jika status kita sebagai pendatang dan
jauh dari dekapan keluarga. Keempat, yang diperlukan oleh seorang anak adalah
kehadiran kedua orang tuanya secara utuh. Seperti yang diinginkan tokoh I Jun,
putra semata wayang Jang Yeong Guk, kepala desa yang bercerai dengan sang
istrinya, owner restoran sushi, Yeo Hwa Jung. Kelima, bahwa
setiap orang punya masalahnya sendiri. Tidak ada salahnya kita berkomunikasi
dengan ahlinya seperti dengan seorang psikiater atau psikolog untuk membantu menyelesaikan
masalah kita. Keenam, jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang kita miliki saat
ini. Nikmati setiap detik yang kita jalani. Dan terakhir, life isn't so fair for all of us. Some spend their whole lives on
unpaved roads, while some run at full speed only to reach the edge of a cliff (Hong Doo Sik dalam Hometown Cha Cha Cha, 2021 ).
Jadi,
selain bisa mengembalikan mood, menonton drama Korea juga mampu
memancing inspirasi dan ide untuk berkarya, menulis karya fiksi misalnya.
Sumedang, 24 November 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar