Kamis, 30 Desember 2021

Guru dan Drama Korea

 


Sudah menjadi rahasia umum jika drama Korea (disingkat drakor) laris manis bak kacang goreng menjadi tontonan berbagai kalangan di Indonesia.  Sejak kehadirannya di ranah televisi nasional awal tahun 2000, drama Korea yang berasal dari Korea Selatan sudah menjadi salah satu hiburan favorit pemirsa Indonesia.

Seorang guru menonton drama Korea? Mengapa tidak?! Seperti dulu waktu masih kanak-kanak  saya begitu setia menonton  serial Oshin dan Little House on the Prairie di TVRI pertengahan tahun 1990-an, saya pun begitu menikmati alur kisah drama Korea yang berjudul Endless Love yang  menjadi salah satu drama Korea terfavorit di tahun 2000. Drama romantis yang sangat tragis ini berhasil menguras emosi dan air mata penonton dan penggemarnya. Kini, bertahun-tahun kemudian,  beberapa drakor mampu mencuri perhatian saya. Sebut saja True Beauty, Mr. Queen, Start Up, Vincenzo, dan yang baru saya tamatkan beberapa hari yang lalu adalah Hometown Cha Cha Cha. Drakor yang dibintangi aktor tampan Kim Seon Ho, yang juga membintangi Start Up dan aktris cantik Shin Min Ah.

Kisah romantis antara seorang dokter gigi cantik bernama Yoon Hye Jin (Shin Min Ah) yang membuka klinik di Desa Gongjin dan lelaki multitalenta  bernama Hong Doo Sik ini mampu menarik saya untuk duduk berlama-lama menonton secara maraton episode demi episode.

Banyak nilai positif yang terkandung dalam Hometown Cha Cha Cha  seperti alur cerita yang tampak sederhana namun mengandung konflik yang cukup kuat. Terlebih penonton dibuat penasaran dengan karakter Hong Doo Sik yang easy going dan ringan tangan membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya juga karakter dokter Yoon Hye Jin yang tampak sebagai perempuan tegar dan keras tapi menyimpan luka dalam hatinya akibat kehilangan ibu kandungannya sejak ia kecil. Selain itu, chemistry yang terjalin antara Shin Min Ah dan Kim Seon Ho tampak sangat apik, begitu pun  dengan para tokoh pendukung.

Hal penting yang kita dapatkan dari drakor Hometown Cha Cha Cha yaitu pertama, pentingnya kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan. Kepindahan dokter Yoon Hye Jin ke Desa Gongjin adalah salah satu keputusannya keluar dari confort zone. Kedua, pentingnya memiliki banyak kompetensi dan keahlian yang dapat kita manfaatkan baik untuk kepentingan pribadi maupun  orang lain seperti yang dimiliki oleh tokoh Hong Doo Sik. Ketiga, pentingnya akur dengan tetangga sekitar kita apalagi jika status kita sebagai pendatang dan jauh dari dekapan keluarga. Keempat, yang diperlukan oleh seorang anak adalah kehadiran kedua orang tuanya secara utuh. Seperti yang diinginkan tokoh I Jun, putra semata wayang Jang Yeong Guk, kepala desa yang bercerai dengan sang istrinya, owner restoran sushi, Yeo Hwa Jung. Kelima, bahwa setiap orang punya masalahnya sendiri. Tidak ada salahnya kita berkomunikasi dengan ahlinya seperti dengan seorang psikiater atau psikolog untuk membantu menyelesaikan masalah kita. Keenam, jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang kita miliki saat ini. Nikmati setiap detik yang kita jalani. Dan terakhir, life isn't so fair for all of us. Some spend their whole lives on unpaved roads, while some run at full speed only to reach the edge of a cliff  (Hong Doo Sik dalam Hometown Cha Cha Cha, 2021 ).

Jadi,  selain bisa mengembalikan mood, menonton drama Korea juga mampu memancing inspirasi dan ide untuk berkarya, menulis karya fiksi misalnya.

Sumedang, 24 November 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar