"Pendidikan adalah mengajarkan pengetahuan dan
keterampilan, sekaligus membentuk karakter."
Drama Korea Teach You a Lesson (참교육),
adaptasi webtoon Get Schooled, tayang eksklusif di Netflix mulai 5 Juni 2026
dan telah menamatkan musim pertamanya dengan 10 episode. Serial ini
disutradarai oleh Hong Jong-chan serta dibintangi oleh Kim Moo-yul (Na
Hwa-jin), Lee Sung-min (Choi Kang-seok), Jin Ki-joo (Im Han-rim), dan Pyo
Ji-hoon/P.O (Bong Geun-dae). Berlatar dunia pendidikan, drama ini mengikuti tim
Educational Rights Protection Bureau (ERPB) yang turun tangan ketika sekolah
gagal melindungi guru maupun murid dari berbagai bentuk kekerasan dan
penyimpangan.
Berbeda dengan drama sekolah yang berfokus pada kisah cinta
remaja, Teach You a Lesson justru menyuguhkan potret pendidikan yang keras,
penuh konflik, sekaligus sangat dekat dengan realitas yang dihadapi banyak
sekolah saat ini. Setiap episode menghadirkan persoalan yang berbeda, tetapi
saling berkaitan sebagai cermin rapuhnya karakter ketika pendidikan kehilangan
ruhnya.
Drama ini tidak hanya berbicara tentang perundungan
antarmurid, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seorang guru dapat menjadi
korban intimidasi murid, bahkan sebaliknya guru pun bisa menjadi pelaku
kekerasan terhadap peserta didik. Ada murid yang sulit diatur hingga membentuk
kelompok gangster, penyalahgunaan narkoba, siswa yang menjadi pengedar,
kejahatan siber, tekanan orang tua yang menginginkan anaknya selalu sempurna,
ambisi yang mendorong sebagian guru melakukan kecurangan, hingga murid
berprestasi dari keluarga sederhana yang justru menjadi sasaran ketidakadilan.
Episode ketujuh menjadi salah satu bagian yang paling
membekas. Kisahnya mengangkat fenomena judi online yang berujung pada jeratan
pinjaman online. Yang menarik, drama ini tidak hanya memperlihatkan penderitaan
pelaku, tetapi juga menghadirkan sudut pandang keluarga sebagai korban
sesungguhnya. Orang tua dipaksa menjual harga dirinya, memohon belas kasihan,
bahkan menanggung utang yang tidak pernah mereka buat. Judol dan pinjol
digambarkan bukan sekadar menghancurkan masa depan seorang remaja, melainkan
juga meruntuhkan kehormatan seluruh keluarga.
Dari episode inilah muncul kalimat yang sangat kuat:
"Kebebasan ada jika kalian bertanggung
jawab." (Teach You a Lesson, Episode 7)
Kalimat tersebut mengingatkan bahwa kebebasan bukan berarti
melakukan apa saja tanpa batas. Kebebasan selalu berjalan beriringan dengan
tanggung jawab. Ketika seseorang menggunakan kebebasannya tanpa kendali, ia
tidak hanya menghancurkan dirinya sendiri, tetapi juga melukai orang-orang yang
paling mencintainya.
Namun, semakin jauh mengikuti alur cerita, saya menyadari bahwa
inti Teach You a Lesson bukan hanya tentang menghukum pelaku. Drama ini justru
mengajak penonton memahami bahwa hampir semua tindakan buruk berawal dari emosi
yang tidak pernah disembuhkan. Kehilangan, kemarahan, rasa dipermalukan,
trauma, dan keinginan membalas dendam menjadi benih yang kemudian tumbuh
menjadi kekerasan.
Di sinilah makna pendidikan yang sesungguhnya terasa sangat
relevan.
Pendidikan bukan hanya mengajarkan rumus, teori, atau
keterampilan kerja. Pendidikan adalah proses membentuk manusia agar mampu
mengendalikan dirinya ketika marah, tetap jujur ketika memiliki kesempatan
berbuat curang, tetap rendah hati ketika berhasil, serta tetap memiliki empati
ketika berhadapan dengan orang yang lemah.
Sekolah yang megah memang membanggakan. Gedung yang modern
memang penting. Fasilitas yang lengkap tentu diperlukan. Akan tetapi, semuanya
akan kehilangan makna apabila tidak berhasil melahirkan manusia yang
bermartabat.
Karena sesungguhnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya
diukur dari berapa banyak siswa diterima di perguruan tinggi atau bekerja di
perusahaan besar. Keberhasilan pendidikan adalah ketika lulusan mampu menjadi
manusia yang tidak menyalahgunakan kekuasaan, tidak merendahkan orang lain,
tidak terjerumus dalam kejahatan, serta berani bertanggung jawab atas setiap
pilihannya.
Sebagai seorang pendidik dan pemimpin pembelajaran, saya
merasa drama ini menghadirkan refleksi yang sangat kuat. Tidak semua persoalan
siswa dapat diselesaikan dengan hukuman. Tidak semua kenakalan lahir dari niat
jahat. Kadang, yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mau hadir,
mendengar, memahami, sekaligus berani menegakkan batas dengan kasih sayang.
Kelebihan terbesar Teach You a Lesson adalah keberaniannya
mengangkat isu-isu pendidikan yang sering dianggap tabu. Ceritanya berani,
relevan, emosional, dan membuka ruang diskusi mengenai hak guru, perlindungan
siswa, peran keluarga, hingga pentingnya pendidikan karakter. Akting para
pemain juga sangat kuat sehingga setiap konflik terasa hidup dan menyentuh.
Meski demikian, drama ini juga memiliki kekurangan. Beberapa
penyelesaian konflik terasa sangat dramatis dan penuh aksi sehingga tidak
selalu realistis untuk diterapkan dalam dunia pendidikan nyata. Ada adegan
kekerasan yang cukup intens sehingga kurang sesuai bagi penonton usia muda
tanpa pendampingan orang dewasa.
Karena itu, menurut saya drama ini sangat layak ditonton
oleh guru, kepala sekolah, orang tua, mahasiswa kependidikan, pembuat kebijakan
pendidikan, maupun masyarakat umum yang ingin memahami kompleksitas persoalan
sekolah masa kini. Namun, yang perlu diambil bukanlah cara penyelesaiannya,
melainkan nilai-nilai refleksi yang ditawarkan.
Setelah menyelesaikan seluruh episode Teach You a Lesson,
saya semakin yakin bahwa pendidikan bukan sekadar mempersiapkan anak menghadapi
ujian, melainkan mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan.
Ilmu dapat membuat seseorang berhasil.
Keterampilan dapat membuat seseorang berkarya.
Tetapi karakterlah yang menentukan apakah keberhasilan itu
akan membawa manfaat atau justru kehancuran.
Maka, di tengah derasnya arus teknologi, judi online,
pinjaman online, narkoba, perundungan, dan berbagai tantangan zaman, tugas guru
sesungguhnya bukan hanya mengajar, melainkan menjaga agar setiap anak tetap
tumbuh sebagai manusia yang bermartabat. (Sumedang, 11 Juli 2026)