Jurnal refleksi dwi mingguan kali ini saya susun untuk mendokumentasikan dan menggambarkan perasaan, pengalaman, gagasan, dan praktik baik yang saya lakukan dan alami selama menjalani alur pembelajaran Merdeka pada Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Model refleksi yang saya sampaikan mengadopsi model DEAL (Description, Examination and Articulation of Learning) yang dikembangkan oleh Ash dan Clayton (2009).
DESCRIPTION
WHAT/ APA (Pengalaman Apa
yang Terjadi)
Pembelajaran alur Merdeka Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya diawali dengan tahap Mulai Dari Diri. Pada tahap Mulai Dari Diri ini CGP diminta untuk menjawab pertanyaan yang bertujuan untuk mengaktifkan ulang pengetahuan awal mengenai ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah.
Pembelajaran pada tahap berikutnya yaitu Eksplorasi Konsep Mandiri. Pada tahapan ini CGP melakukan eksplorasi secara mandiri dengan cara menelaaah konsep dasar mengenai sekolah sebagai suatu ekosistem, pendekatan berbasis kekurangan dan berbasis aset, sejarah pendekatan asset, serta 7 aset/ modal dari sebuah komunitas. Selanjutnya, pada sesi Eksplorasi Konsep Diskusi, CGP berdiskusi guna membahas contoh kasus yang dialami oleh Ibu Lilin dan Pak Pupur, dengan mengkomunikasikan, gagasan, ide dan pemikiran bersama rekan CGP yang lain dalam satu kelas.
Pembelajaran tahap ketiga adalah alur Ruang Kolaborasi. CGP bekerja sama dengan CGP lainnya dalam menyelesaikan tugas kelompok yang terbagi menjadi 3 kelompok. Tagihan tugas kelompok yang harus diselesaikan pada sesi ini adalah mendiskusikan "Identifikasi 7 modal utama/ asset lingkungan sekolah dan pemanfaatannya".
Tahapan pembelajaran yang keempat adalah Demonstrasi Kontekstual. CGP melakukan analisis visi dan prakarsa perubahan dari sebuah tayangan video. Selanjutnya, CGP melakukan identifikasi kegiatan yang berhubungan dengan tahapan BAGJA, serta menganalisis modal utama yang dimiliki dan dimanfaatkan.
Tahapan pembelajaran yang kelimaadalah alur Elaborasi Pemahaman. Pada tahapan ini CGP mengelaborasi pemahaman tentang strategi pengelolaan sumber daya bersama CGP lain dipimpin oleh Instruktur.
Tahapan pembelajaran kelima adalah Konekasi Antarmateri. Dalam tahapan ini, CGP menghubungkan materi modul yang baru saja dipelajari yaitu Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dengan modul-modul yang sebelumnya sudah dipelajari.
Pembelajaran tahap keenam adalah Aksi Nyata. CGP bersama warga sekolah secara kolaboratif mengidentifikasi asset/ modul/ kekuatan yang dimiliki sekolah tersebut.
Proses kegiatan pembelajaran Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya yang sudah saya lewati tidak terlepas dari peran, bimbingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Mereka yang terlibat baik secara langsung maupun tidak secara langsung dalam Proses kegiatan pembelajaran Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya ini adalah sebagai berikut.
1. Teman seperjuangan sesama CGP baik dalam satu kelompok, satu kelas 034, maupun kelas lain dalam satu angkatan, yaitu Angkatan 5.
2. Fasilitator luar biasa kelas 034, Ibu Kurnia Rahmianum, M.Pd.
3. Pengajar Praktik kelas 034 yaitu Bapak Ece Mulyadi, S.Pd., Ibu Ai Tita Puspitasari, S.Pd., dan Bapak Nanang Suryana, S.Pd.
4. Kepala Sekolah, rekan sejawat, dan murid-murid SMKN 2 Sumedang.
Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak pada Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dilaksanakan secara online/dalam jaringan melalui LMS (Learning Management System) Guru Penggerak dalam SIM PKB setiap Calon Guru Penggerak. Dalam kegiatan pembelajaran ini, para CGP diwajibkan menyelesaikan tugas-tugas yang terdapat pada LMS sebelum due date yang sudah ditetapkan. Apabila tugas sudah terkirim, maka akan muncul penanda yakni tanda centang biru pada masing-masing tahapan pembelajaran. Sehingga tidak heran muncul ungkapan yang bernada humor bahwa CGP adalah “pejuang centang biru" yang tentu saja dalam konotasi positif untuk selalu mengobarkan semangat juang selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ini.
Rangkaian kegiatan pembelajaram pada Modul 3.2 sudah terlaksana dengan baik dan berjalan lancar mengikuti alur MERDEKA dengan rincian jadwal pelaksanaan dan pelaporan tugas seperti berikut ini.
a. Mulai Dari Diri dilaksanakan mulai tanggal 24 Oktober 2022
b. Eksplorasi Konsep Mandiri dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2022
c. Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi terjadwal pada tanggal 25 Oktober 2022
d. Ruang Kolaborasi-Diskusi berlangsung pada tanggal 26 Oktober 2022
e. Ruang Kolaborasi Presentasi dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2022
f. Demonstrasi Kotekstual dilaksanakan tanggal 28-29 Oktober 2022
g. Elaborasi Pemahaman dijadwalkan pada tanggal 31 Oktober 2022
h. Koneksi Antarmateri pada tanggal 1 November 2022
i. Aksi Nyata pada tanggal 2 November 2022
Setiap tahap alur pembelajaran memiliki tenggat waktu yang berbeda. Oleh karena itu, CGP dituntut untuk dapat mengatur waktu sebaik mungkin sehingga kegiatan CGP dapat berjalan dengan lancar, begitu pula dengan kewajiban sebagai guru di sekolah masing-masing.
Di tengah rentang waktu menyelesaikan pembelajaran Modul 3.2, terdapat jadwal kegiatan lain yang harus diikuti oleh yaitu Pendampingan Individu dan Lokakarya. Pendampingan Individu 4 berlangsung pada tanggal 1 November 2022 sedangkan Lokakarya 3 tanggal 23 Oktober 2022 dan Lokakarya 4 tanggal 5 November 2022.
Adapun tujuan yang harus dicapai oleh Calon Guru Penggerak pada pembelajaran Modul 3.2 antara lain sebagai berikut.
a. Tujuan Umum/ Capaian Umum
Profil kompetensi Guru Penggerak yang ingin dicapai dari modul 3.2 adalah CGP mampu:
1) Mengidentifikasi dan mendapatkan sumber daya dari berbagai sumber yang sah untuk menjalankan program sekolah.
2) Menggunakan sumber daya sekolah secara efektif untuk meningkatkan kualitas belajar.
b. Tujuan Khusus/Capaian Khusus
Modul 3.2 ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk mampu:
1) Menganalisis asset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
2) Merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based-Community Development)
3) Menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.
HOW (Bagaimana Kegiatan Dilakukan)
Seperti pada modul-modul sebelumnya, pembelajaran Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dilaksanakan secara online melalui LMS. Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari hasil pembelajaran Modul 3.2 tersebut. Saya pun berjuang untuk tetap konsisten menyelesaikan setiap tugas dalam LMS dengan tepat waktu.
Tahapan Mulai Dari Diri dan Ekspolrasi Konsep dilakukan secara mandiri dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam LMS atau mengungkapkan pendapat setelah membaca materi dan saling memberikan tanggapan dengan CGP lain. Ruang Kolaborasi dilaksanakan secara berkelompok yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Tugas diskusi kelompok ruang kolaborasi kali ini yakni mengidentifikasi 7 aset atau modal utama di sekolah masing-masing anggota kelompok dan pemanfaatannya. Hasil identifikasi/pemetaan ditayangkan dalam bentuk poster, tabel, mindmap, dan lain sebagainya kemudian dipresentasikan di hadapan Fasilitator, Pengajar Praktik, dan rekan CGP lainnya.
Pada tahapan alur Demonstrasi Kontekstual, CGP menganalisis sebuah video yang dapat disaksikan dalam LMS mengenai visi, prakarsa perubahan, pertanyaan utama, tahapan BAGJA, peran pemimpin, dan modal utama yang dimiliki dan dimanfaatkan oleh seorang pemimpin pembelajaran. Hasil analisis video tersebut ditampilkan dalam bentuk narasi dan diunggah di LMS sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Analisis pengalaman tersebut dilakukan dengan cara membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya.
Dari modul-modul yang sudah saya pelajari, tidak sedikit wawasan dan pengalaman baru saya dapatkan. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran Instruktur, Fasilitator, Pengajar Praktik dan teman-teman CGP yang selalu saling support, sharing dan kolaborasi satu dengan lainnya. Alhamdulillah aktivitas pembelajaran alur MERDEKA modul 3.2 dapat terselesaikan dan tercapai sesuai tujuan.
Setelah melewati proses belajar, akhirnya saya mampu mengidentifikasi aset-aset/modal utama (potensi asset) di sekolah untuk kemudian dimanfaatkan dengan menggunakan pendekatan berbasis asset untuk kepentingan murid.
ARTICULATION AND LEARNING
Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang?
Terdapat begitu banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari Modul 3.2, seperti berikut ini.
a. Sekolah sebagai ekosistem
b. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset/ Pendekatan Berbasis Aset/ Kekuatan.
c. Tujuh asset/ modal utama komunitas.
d. Rencana untuk perbaikan yang ingin saya lakukan di masa mendatang, antara lain dengan
1) menganalisis aset/ modal dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
2) merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolah saya menggunakan Pendekatan Berbasis Aset.
3) selalu menunjukkan sikap aktif, kritis, terbuka dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.
Sumber daya yang telah dianalisis dan kemudian terindentifikasi akan digunakan oleh sekolah untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid baik modal manusia, sosial, politik, agama dan budaya, fisik, lingkungan/ alam, maupun finansial. Dengan demikian, semua asset harus dimanfaatkan secara optimal agar dapat mendukung secara penuh terciptanya suatu pembelajaran yang membuat murid merasa nyaman dan dapat bertumbuhkembang sesuai dengan kodratnya. Semoga.
Salam dan Bahagia
Sumedang, 19 November 2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar